18:49Isak Samuel Tunya, Duta Bahasa Nasional 2026, Provinsi Papua
Siriway Warry bukan sekadar pemuda yang tampan dan gagah. Ia adalah sosok yang berani, kuat, dan teguh memegang pilihan hidupnya.Di tengah kekuasaan yang memaksanya tunduk, Siriway memilih untuk berdiri dan mempertahankan kebebasannya. Ia menghadapi ancaman dan rintangan, bahkan harus meninggalkan tanah tempat ia dibesarkan bersama neneknya. Namun, kepergiannya bukanlah sebuah kekalahan. Siriway memilih kehilangan tempat, daripada kehilangan kebebasan untuk menentukan hidupnya sendiri. Kisahnya mengajarkan bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan tetap berani melangkah ketika kita tahu bahwa sesuatu yang benar harus diperjuangkan. Karena tidak ada kekuasaan yang lebih besar daripada keberanian untuk berkata: “Tidak, ketika hati dan kehendak kita dipaksa.”






